|
"Bohong" memang bukan pekerjaan
mudah walaupun mungkin kadar ini berbeda pada masing-masing orang. Yang sudah
terlatih berbohong mungkin tak akan mengalami terlalu banyak kesulitan
sementara yang belum terbiasa mungkin akan gugup setengah mati. Tapi jangan
buru-buru yakin kalau kebohongan Anda tak akan ketahuan karena dengan kamera
saja kebohongan Anda bisa terdeteksi. Tunggu saja sampai teknologi yang
dikembangkan ilmuwan Inggris ini mulai digunakan secara umum.
Teknologi Detektor Kejujuran mungkin
bukan sesuatu yang baru. Tahun 2003 lalu, National Academy of Sciences berhasil
mencatatkan tingkat akurasi 85% dengan menggunakan polygraph. Sekarang, tingkat akurasi itu bakal dinaikkan lagi
sampai 90% dengan cara menggabungkan beberapa pendekatan termasuk detektor aliran
darah dan ekspresi wajah
.
Hassan Ugali dari Bradford University adalah orang yang
mengawali penelitian ini. Bersama rekan-rekannya dari Aberystwyth University dan U.K. Border Agency, Hassan Ugali memulai
penelitiannya dengan memanfaatkan kamera dan sensor panas untuk menangkap
aliran darah dan ekspresi wajah subjek.
Intinya, kamera ini akan menangkap gambar subjek dan kemudian hasilnya akan
dianalisa oleh aplikasi khusus yang akan menjadi filter. Tanda-tanda kebohongan
seperti gerakan mata, pernafasan yang tidak stabil termasuk membengkaknya
pembuluh darah di sekitar mata. Sekarang ini, alat yang dibuat Hassan Ugali ini
sudah mencapai tingkat akurasi 2/3. Nantinya, alat ini akan diujicobakan dalam
kehidupan nyata untuk mengumpulkan lebih banyak data lagi. Dalam waktu satu
tahun, Hassan Ugali berharap tingkat akurasi alat ini sudah mencapai 90% dan
bisa diaplikasikan oleh penegak hukum atau petugas di bandara.
Sumber : (http://spinnwebzine.wordpress.com)
|
Posting Komentar