Home » » Jangan Upah Pengusaha tapi Bayarlah yang Berjiwa Wirausaha

Jangan Upah Pengusaha tapi Bayarlah yang Berjiwa Wirausaha

Penulis : Unknown on Selasa, 19 Februari 2013 | 2/19/2013 03:12:00 PM

Salah satu kesalahan yang cukup fatal dalam dunia bisnis adalah ketika mereka mempekerjakan pengusaha, bukan orang yang berjiwa dan bersemangat wirausaha. Ini lebih penting penerapannya dalam perusahaan, pemerintahan pun sepertinya juga demikian. Ketika management di perusahaan mempekerjakan karyawan yang notabene seorang pengusaha, dalam sehari-harinya kemungkinan besarnya akan melakukan aktivitas-aktivitas tertentu yang bisa mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Orang yang berjiwa/bersemangat wirausaha dalam perusahaan mempunyai mindset bahwa kemakmuran perusahaan adalah kesejahtraan karyawan.

Nasehat dari teman kantor kami dengan pengalamannya sebagai mantan konsultan yang telah menghadapi banyak perusahaan bahwa rata-rata perusahaan mempekerjakan orang yang berjiwa pengusaha sehingga keseriusan dan keagresifan dalam bekerja terjadi pro dan kontra dari pihak management selaku mempekerjakan orang. Pada umumnya management perusahaan berfikir bahwa karyawan-karyawan yang telah direkrutnya mempunyai bakat yang baik dibidangnya. Mungkin secara IQ bisa diandalkan tapi secara EQ kemungkinan tidak sesuai harapan management. Dan hal ini terkadang membuat management menjadi penonton terhadap karyawannya yang hanya kebanyakan menghabiskan waktu tanpa ada hasil.
Barangkali tiga langkah dibawah ini bisa menjadi pedoman membantu pembentukan karakter karyawan yang berjiwa wirausaha;
1. Interviewer harus Bijaksana.
Curriculum Vitae (CV) sering kali mengecoh interviewer dengan kecanggihan penulisan CV interviewee. Mungkin seorang interviewer membandingkan CV interviewee dengan melihat resume dengan start awalnya bekerja? Background pendidikannya yang mungkin seorang lulusan MBA, Ph.D dan lain-lain yang kedengaraanya sangat canggih dengan title kebarat-baratan, title luar negeri ataupun dengan melihatnya dari lulusan perguruan tinggi terkenal? Atau mungkin melihatnya bagaimana mereka gagal dan bagaimana mereka bangkit mengatasi kegagalannya? Sepertinya pertanyaan yang ketiga ini jarang interviewee menulis di resumenya.
Pada saat proses interview seyogyanya interviewer punya kebijaksanaan lain yang sedikit keluar dari resume interviewee yang terkait semangat kandidat.  Karena kandidat sebaiknya memperlihatkan semangatnya untuk kemajuan perusahaan bukan untuk diri sendiri.  Apa yang membuat anda sukses? Bagaimana anda sukses? Apakah anda bisa membuat perusahaan lebih sukses dari sekarang? Pertanyaan ini seharusnya disampaikan oleh seorang interviewer kepada kandidat.
Mendengarkan dengan cermat bagaimana kandidat menggambarkan tujuan mereka saat ini dan masa depan. Percaya atau tidak, beberapa orang hanya akan datar-datar saja memberitahu Anda bahwa mereka melihat pekerjaan sebagai jalan menuju melakukan hal mereka sendiri. Ini bukan Coretan instan, tetapi harus benar-benar membuat Anda lebih penasaran tentang apakah mereka melihat tempat jangka panjang untuk diri mereka sendiri terhadapa perusahaan. Individu yang berjiwa kewirausahaan adalah orang-orang yang ingin  belajar, bereksperimen, menerapkan, share, dan berpartner.  Mereka tertarik untuk mendapatkan pengalaman secara umum, bukan dalam memperoleh akses ke alat khusus yang mereka dapat digunakan  sebagai batu loncatan  merealisasi target mereka sendiri.
2. Memberikan semangat kewirausahaan.
Setelah mereka dipekerjakan, tahapan selanjutnya memberikan semangat kewirausahaan untuk kreatifitas dan cita-cita mereka. Salah satu cara melakukan ini adalah dengan menawarkan karyawan beberapa waktu luang, setelah masa jabatan tertentu dengan perusahaan dan membiarkan mereka fokus pada keinginan mereka. Hal ini dapat mengambil banyak bentuk kesepakatan bahwa seorang karyawan dapat menggunakan ruang kantor dan sumber daya di luar  jam kerja normal untuk menuntaskan urusan diluar kantor, misalnya, selama sebulan cuti membiarkan mereka menggali semangat mereka secara sekaligus. Ini bagian insentif dalam mengambil perencanaan dan harus dimasukkan ke dalam program tahunan.
Hal lain yang seharusnya dilakukan management pada pengembangan semangat karyawan adalah peluang peningkatan karir, kesejahtraan karyawan, pengembangan keterampilan baru, pemberian pemahaman kepada karyawan supaya berani mengambil resiko untuk lingkungan-lingkungan tertentu, dsb.
3. Kompensasi Karyawan.
Management perusahaan perlu memperhatikan kompensasi karyawan, yang terbaik tetap memperoleh reward dan yang kurang baik agar tetap berusaha memperlihatkan yang terbaik agar bisa mendapatkan juga reward tertentu dari management. Untuk menjaga semangat kewirausahaan, perusahaan perlu menargetkan insentif lebih spesifik. Karena mereka berpotensi menyumbangkan sesuatu yang unik dan valuable bagi perusahaan, mereka perlu berpartisipasi dalam mendefinisikan tujuan mereka sendiri baik apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana mereka akan melakukannya. Dan management perlu memastikan insentif dan kompensasi terkait dengan kontribusi mereka yang unik dan valuable, bukan hanya digabungkan penghargaan tersebut dalam satu tim tertentu melainkan per individu. Ketika mencoba membuat tujuan yang ditargetkan, pengukuran kerja, dan kompensasi untuk semangat kewirausahaan, tidak ada karyawan yang akan mengatakan “tidak pernah keberatan” seperti meniadakan upaya masing-masing untuk “baik dan maju” dari kelompok mereka.
Terkadang nampak bahwa semua orang ingin menjadi seorang pengusaha. Dan ini tidak seharusnya menjadi masalah. Beberapa pengusaha paling sukses ketika mereka bekerja untuk orang lain, menangani proyek-proyek mereka sendiri selama setelah jam kerja normal perusahaan. Tapi sulit menemukan orang yang mampu membentuk masa depan pribadinya dengan cerah dan masa depan perusahaan yang mungkin penyebabnya mereka  menggunakan aset perusahaan, uang, dan waktu yang lebih. Jauh lebih baik bagi management untuk menemukan para pengusaha sebelum mereka bergabung di perusahaan dan yang kemungkinan menghabiskan energi perusahaan dan sumber daya dalam memelihara semangat kewirausahaan sejati.
Share this article :

Posting Komentar

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger