Tahun
lalu, ketika warga Spanyol tumpah ruah ke jalan-jalan di Madrid,
merayakan kemenangan kesebelasan mereka sebagai juara dunia sepakbola,
puluhan orang keturunan China tampak di pojok-pojok jalan yang
strategis. Mereka menangguk keuntungan malam itu dengan menjual minuman
dan makanan bagi orang-orang Spanyol yang tengah mabuk kemenangan.
Semangat entrepreneurship mereka
rupanya mudah tersulut. Mereka jeli melihat peluang usaha. Di manapun
berada, kaum migran China selalu memelihara semangat kewirausahaan.
Semangat inilah yang dianggap oleh banyak pengamat berkontribusi
signifikan bagi kemajuan ekonomi negeri Tirai Bambu itu.
Pertumbuhan ekonomi China yang melesat menjadikan negeri ini menarik perhatian para peserta World Economic Forum
yang tengah berlangsung di Davos, Swiss, walaupun sebagian ekonom dan
pelaku bisnis mengkhawatirkan terjadinya overheating. Seiring dengan
berlangsungnya Forum, harian Financial Times, misalnya, menurunkan tulisan berseri dengan judul yang menggambarkan besarnya pengaruh China: “China shapes the world.”
Bagaimana
semangat entrepenurship itu tumbuh dan berpengaruh besar? Buku yang
ditulis oleh Tarun Khanna, Billions of Entrepreneurs, menguraikan
dengan sangat bagus hal itu. Khanna juga membandingkan antara jalan
yang ditempuh China dan jalan yang dilewati India. Bukankah dua raksasa
ini yang sekarang dianggap tengah menggeliat dan mempengaruhi masa
depan dunia?
Di antara negara-negara yang kerap disebut BRIC countries
(Brazil, Rusia, India, China), dua yang terakhir sangat menarik
perhatian karena jumlah penduduknya yang luar biasa banyak. China
diperkirakan memiliki penduduk 1,3 miliar jiwa, sedangkan populasi India
sekitar 1,2 miliar jiwa. Angka ini niscaya terus bertambah. Banyak
yang memperkirakan dalam satu generasi mendatang, China akan menempati
posisi perekonomian terbesar di dunia dan India di urutan ketiga, dalam
konteks paritas daya beli.
Perubahan
ekonomi di kedua negara selama beberapa dasawarsa terakhir memang
positif atau, dalam istilah Khanna, mengalir tanpa henti. Kendati
begitu, dalam pengamatannya, tonggak besi yang menopang perubahan
tersebut jauh berbeda. China bercirikan model pembangunan dengan
pendekatan dari atas ke bawah. Partai Komunis yang serbatahu menjalankan
sistem pemerintahan terpusat dan membungkam hampir semua bentuk
pembangkangan. Homogenitasnya dipaksakan.
Sebaliknya,
India memperlihatkan heterogenitas dan pluralitas yang lebih besar,
seolah menunjukkan pada dunia luar adanya kekacauan, tapi juga
memungkinkan tumbuhnya benih-benih yang produktif. Khanna menggambarkan
India sebagai sebuah pasar yang tidak efisien, yang merupakan hasil
dari kompetisi kompleks dalam pemberian jasa, persaingan tenaga kerja,
politik dagang sapi, dan persaingan tak sehat media.
Tujuan
Khanna menulis buku yang menarik ini, dalam isi maupun cara
penulisannya, ialah untuk menjelaskan kekeruhan yang muncul dewasa ini
mengenai apa yang sedang terjadi di China dan India. Khanna membahas
perihal Hangzhou dan Hyderabad, Qingdao dan Bangalore, Dalian dan
Chennai untuk menunjukkan perbedaan dasar yang mencolok antara China dan
India.
Perbedaan
langkah yang diambil kedua negara telah menimbulkan implikasi yang
besar. Bahkan, dalam penglihatan Khanna, China dan India secara
bersama-sama dapat berpengaruh kuat terhadap satu sama lain dan
terhadap dunia daripada bila mereka melakukannya secara terpisah. Hal
yang baik di China, tidak baik di India, dan sebaliknya. Namun saling
melengkapi. Kedua negara saling memantulkan cerminan diri yang terbalik,
bagai yin dan yang.
Sikap
saling melengkapi ini menciptakan landasan bagi kerja sama ekonomi
yang sudah dimulai, seperti pengusaha lokal yang saling membuka usaha
di negara tetangganya. Hubungan perdagangan yang sangat baik antara
China dan India di masa lalu tampaknya ingin diulang kembali oleh China
dan India di masa mendatang.
Khanna melihat vitalnya peran entrepreneur dalam
menggerakkan kekuatan ekonomi kedua negara. Studinya mengenai dua
perusahaan terkemuka, satu di China dan satu di India, memperlihatkan
bagaimana posisi negara terhadap perusahaan. Di China, kewirausahaan
berada dalam bayang-bayang negara, sedangkan di India pengusaha
berkembang pesat karena adanya celah yang tak tersentuh oleh
pemerintahan yang sosialis.
Kendati
begitu, pengusaha di kedua negara ini mampu membawa perubahan melalui
model bisnis baru mereka dan menghadirkan harapan bagi banyak orang.
Para entrepreneur di kedua negara telah memperlihatkan bagaimana peran mereka ikut menentukan seperti apa masa depan dunia ini.

Home
Posting Komentar